Jakarta, 14 Oktober 2025 – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh alumni Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN). Muhammad Rifki Idhan Adhim, lulusan program studi Teknik Informatika, berhasil meraih Juara Favorit dalam ajang bergengsi Indonesia Healthcare AI Hackathon 2025 yang diikuti oleh peserta dari 10 negara. Ajang ini mempertemukan ratusan inovator muda yang fokus pada pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) di bidang kesehatan.
Dari 278 tim yang mendaftar, hanya 23 tim terbaik yang berhasil lolos ke babak final, termasuk tim yang dipimpin Rifki bersama dua rekannya, Edwin (AI Engineer) dan Arief (Developer). “Sebenarnya saya bisa ikut ajang ini karena ajakan teman alumni Poltekkes Sorong yang butuh orang dengan background IT untuk membentuk tim. Dari situ kami bekerja sama dan mengajukan proposal yang akhirnya lolos sebagai finalis.
Dari titik itu motivasi kami makin kuat untuk memberikan karya terbaik,” ungkap Muhammad Rifki Idhan Adhim Tim Rifki mengusung ide aplikasi pencegahan stunting berbasis AI yang mampu mendeteksi kondisi gizi anak, memberikan rekomendasi makanan bergizi harian berbasis bahan lokal seperti sagu, keladi, dan ikan, serta dilengkapi fitur journaling dan monitoring gizi.
Aplikasi tersebut juga menghadirkan chatbot dengan dialek lokal Papua agar lebih mudah digunakan oleh masyarakat. Menurut Rifki, aplikasi ini dirancang agar teknologi AI benar-benar bermanfaat bagi masyarakat, bukan sekadar inovasi canggih. “Kami ingin menghadirkan solusi yang dekat dengan kehidupan masyarakat Papua, agar orang tua dapat dengan mudah memahami kondisi gizi anak dan melakukan pencegahan stunting sejak dini,” tambahnya.
Rifki juga menyebut bahwa pengalaman kuliah di UNAMIN sangat berpengaruh terhadap keberhasilannya dalam ajang ini. “Di UNAMIN saya terbiasa bekerja lintas bidang dan memahami bagaimana desain UI/UX bisa mendukung sistem yang fungsional. Pengalaman itu sangat membantu saat hackathon, terutama dalam memastikan desain aplikasi mudah digunakan oleh orang tua sebagai pengguna utama,” ungkapnya.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa lulusan UNAMIN mampu bersaing di tingkat internasional, sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan solusi digital di bidang kesehatan masyarakat. (DWS)